Langsung ke konten utama

Peran orang tua terhadap anak berkebutuhan khusus



Dulu waktu SMA kelas tiga saya sangat bercita-cita sekali menjadi guru SLB ( sekolah luar biasa) , iya guru SLB, entah kenapa dari dulu pingin aja jadi guru SLB. Menurut saya jadi guru SLB itu pahalanya double, dari menularkan ilmu yang dimiliki dan yang paling penting adalah ekstra sabar dalam menularkan ilmu. Tapi cita cita saya belum terwujud, beberapa kali saya gagal masuk PTN prodi PGSLB ( pendidikan guru sekolah luar biasa) , sekarang saya masih belum menyerah dalam mewujudkan cita cita, saya akan share beberapa artikel yang saya ketahui tentang mendidik Anak berkebutuhan khusus (ABK) , semoga bermanfaat.


Memiliki anak berkebutuhan khusus, termasuk autisme, adalah salah satu bukti betapa besar kepercayaan yang diberikan oleh sang pencipta kepada orang tua. Di tangan orang tua yang hebat inilah si buah hati yang menyandang autisme dapat tumbuh kembang sesuai potensinya. Berikut adalah beberapa hal yang perlu di perhatikan dalam mendidik anak berkebutuhan khusus (ABK).

1.      AKADEMIS

Kenali dahulu potensi anak, dari situ baru dapat dilihat apakah ia bisa masuk sekolah khusus . Ciri-ciri ABK yang bisa masuk sekolah inklusi antara lain :
·         Kemampuan herbal tidak banyak masalah.
·         Kemampuan Belajar ( memahami konsep dan bahasa )
·         Tidak mengganggu orang lain.


2.      SOSIAL

Tidak usah pasang target terlalu muluk, semisal hingga anak bisa sharing atau bergaul dengan temannya. Cukup kembangkan kemampuan yang dia miliki dan yang paling menonjol, juga yang disukainya seperti menggambar atau melukis.
Yang terpenting adalah dia tidak mengganggu orang lain dan tidak melulu bergantung pada orang lain.


3.      KOGNITIF

Kemampuan baca tulis anak bisa dilatih Untuk membaca dan menulis, tapi orang tua perlu ekstra sabar. Cara mengajar ABK dan anak normal tentu berbeda. Untuk ABK umumnya lebih ke suku kata dan langsung di aplikasi dengan contoh kongkret. Semisal kata “gelas” lalu sodorkan padanya gelas.
Sedangkan untuk mengajarkan cara menulis, umumnya ABK kurang baik dalam motorik halus, maka latih terlebih dahulu motorik halusnya. Jikapun tidak bisa ajarkan menulis dengan keyboard.

4.      EMOSI

Jika anak marah atau sedih, sediakan tempat khusus untuk anak meluapkan emosinya tersebut. Semisal kamar, jika anak marah bawa anak ke kamar dan biarkan anak mengekspresikan dirinya, tentu harus tetap kita awasi agar tetap dalam batas wajar.

5.      SEKSUAL

Ajarkan kepada anak tentang area sensitif nya dan lawan jenis nya untuk tidak boleh di sentuh agar tidak mengganggu orang lain, agar anak paham dengan apa yang kita ajarkan maka harus di beri contoh area mana saja yang tidak boleh di sentuh.

Itulah artikel mengenai anak berkebutuhan khusus, untuk artikel selanjutnya akan membahas tentang jenis jenis anak berkebutuhan khusus, terimakasih.

Artikel ini saya rangkum dari majalah nikita terbit tahun 2004 dan berbagai sumber lain.

Komentar