Secara umum, pengertian resesi adalah penurunan ekonomi akibat turunnya aktivitas ekonomi dalam jangka waktu dua kuartal, sehingga banyak pengangguran dan banyak bisnis yang tutup.
Pada artikel ini, saya akan berbagi tips cara menghadapi resesi :
1. Dana Darurat
Mumpung lagi ada income, fokus ke dana darurat. Seperti tahun 2020 saat resesi karena pandemi, balik lagi fokus ke dana darurat, karena resiko lebih tinggi untuk PHK dan bisnis makin susah. Minimal punya dana darurat buat bertahan hidup selama 6 bulan.
2. Siapin Cash Reserve
Beda sama dana darurat, cash reserve ini untuk cadangan kalau ada kesempatan investasi atau bisnis yang menarik pada waktu resesi.
3. Side Job
Ga punya dana darurat dan cash reserve? Cari kerjaan sampingan. Well, karena resiko PHK dan bisnis makin susah juga, please explore kerjaan sampingan untuk naikin income.
4. Atur Pengeluaran
Cut expense yang ga penting, termasuk pinjaman konsumtif baru. Kalau cashflow masih berantakan, dana darurat belum ada, cash reserve belum ada, dan utang masih banyak, ga usah nambah nambahin pengeluaran yang tidak terlalu penting. Karena efek dari resesi adalah bunga acuan akan meningkat yang berarti bunga pinjaman di bank juga akan naik.
Resesi itu normal dalam siklus ekonomi, jadi tidak perlu over react, tapi waspada aja. Kebiasaan belanja kita harus di sesuaikan dengan keadaan ekonomi yang ada juga.
Kita bersyukur tinggal di Indonesia sebenarnya ketika terjadi kelangkaan gandum, kita makannya nasi. Kita nggak punya winter saat Eropa struggle masalah gas Rusia dan mencari batubara, di Indonesia batubara melimpah. Kita kalau masak nggak perlu pakai minyak biji matahari, kita bisa pakai sawit karena kita negara penghasil komoditas. Tuhan sayang sama Indonesia jadi dikasih semua. Nah, itulah kenapa IMF memproyeksikan saat negara lain mengalami perlambatan ekonomi Indonesia malah akan tumbuh berkisar 5,2 sampai 5,3%.
Kita tak perlu pesimisme yang sampai mengurangi belanja. Sebab, hal itu justru akan meningkatkan terjadinya risiko resesi. Berdasarkan konsep animal spirits yang dipaparkan ekonom terbesar abad ke-21, John Maynard Keynes, dalam bukunya "The General Theory of Employment, Interest, and Money", sikap pesimisme dapat membuat situasi resesi justru bisa benar-benar terjadi.
Dan pada akhirnya yang menyelamatkan Indonesia dari resesi adalah gotong royong, saling membantu , mendukung dengan cara belanja di tempat tetangga kita, atau usaha teman kita, dengan begitu ekonomi akan terus berputar.
.jpg)
Komentar
Posting Komentar